ID | EN
FFD 2020 resmi dibuka secara daring pada 25 November 2020, festival tetap hadir sebagai titik temu
pembuat film dokumenter kepada publiknya

FFD 2020 resmi dibuka secara daring pada 25 November 2020, festival tetap hadir sebagai titik temu pembuat film dokumenter kepada publiknya

Festival Film Dokumenter (FFD) resmi dibuka secara daring pada 25 November 2020 di website FFD. Gelaran ini dibuka oleh penampilan Frau, pemutaran film In Touch (2018) karya sutradara asal Polandia, Paweł Ziemilski serta sambutan Anita Reza Zein selaku direktur FFD 2020. Tahun ini, untuk pertama kalinya FFD dilaksanakan secara daring. Hal ini disebabkan oleh ketidakpastian pandemi yang memaksa beradaptasi.

“Kondisi pandemi menantang kami untuk menyiasati batasan pertemuan ruang publik secara fisik. Strategi yang kami tempuh salah satunya dengan menghadirkan website sebagai destinasi festival. Momentum ini tidak kami maknai secara pesimistis, justru sebagai kesempatan baru dalam menjangkau publik yang lebih tanpa sekat geografis,” ungkap Anita, direktur FFD 2020.

FFD 2020 tetap dilaksanakan untuk menjadi titik temu pembuat film dokumenter kepada publiknya. Sekaligus menjadi ruang apresiasi dan ruang berjejaring bagi pelaku perfilman dokumenter baik nasional hingga internasional. Titik temu dan ruang jejaring ini terdapat pada program pemutaran FFD; Kompetisi, Perspektif, Retrospektif, dan Lanskap. Program tersebut ada untuk menilik perkembangan film dokumenter yang terus bergerak, sekaligus menjangkau sebaran isu sosial yang terekam melalui film.

Selain pemutaran, FFD 2020 juga menghadirkan ruang edukatif interaktif melalui DocTalk. Pengembangan budaya berpikir kritis dalam pembacaan film melalui Lokakarya Kritik Film. Pengembangan kesadaran pada isu perbedaan yang rentan melalui The Feeling of Reality hadir dengan film berbasis virtual reality.

Total terdapat 40 film pilihan dari 19 negara yang dikemas dalam 6 program diputar secara daring di FFD 2020. Meski dilaksanakan secara daring, FFD 2020 diharapkan dapat memenuhi ketersediaan akses dan menumbuhkan ruang interaksi antara masyarakat dengan film dokumenter. Sehingga dapat mendukung upaya pengembangan film dokumenter baik secara kuantitas dan kualitas.

Leliani, Frau selaku penampil mengungkapkan FFD 2020 berefleksi dari situasi yang membingungkan, sehingga tahun ini mereka ingin untuk menjalin lebih banyak interaksi dengan lebih banyak orang.

Seluruh program acara FFD 2020 dapat diakses melalui website ffd.or.id dalam rentang tanggal 25 November - 14 Desember 2020. Informasi lengkap mengenai FFD 2020 dapat diakses melalui situs ffd.or.id atau media sosial @FFDJogja

Versi lengkap artikel ini bisa diunduh pada tautan ini